Selasa, 24 April 2012

cerita hidup

Diposting oleh dhita anggrainy di 18.39 0 komentar
Sendirian duduk di teras. Bener-bener ngerasa sendirian. Tiba-tiba mikir “pengen balik ke masa kecil” tapi kepikir lagi “Emang apa yang menyenangkan dari masa kecil aku?”  Susah payah aku ingat, tetep gak ada .
Dari kelas satu SD, dari TK bahkan. Aku udah terbiasa sendirian. Mama kerja,papa kerja. Pulang sekolah paling Cuma ada papa. Kalo mama kerja kena bagian pagi, ya aku ketemunya sore hampir malem kadang. Kalo kena bagian sore ya paling jemput mama sambil ketiduran di motor.
Siang-siang pulang sekolah saking gada temennya, ke rumah temen satu-satu nyariin yang mau main sama aku. Kerumah yang satu kalo dianya lagi tidur ya ke rumah yang satu lagi. Kalo yang satunya lagi pergi, ya kerumah yang satunya lagi. Sampe nemu yang mau aku ajak main . walaupun ujung-ujungnya aku kyak ga dianggep. Main rumah-rumahan tapi tidurnya di luar. Main komputer tapi akunya gaboleh nyentuh. Sampe kalo bener-bener gada temen, aku pake cara nraktir mereka supaya mau main sama aku.begitulah setiap harinya dan berulang selama bertahun-tahun.
Sekolah di anter pake anter jemput mobil. Di jemput jam 6 pagi dan muter-muter jemput yang lain. Pulang hampir sore karna nganter yang lain dulu (efek punya rumah paling jauh). Paling jarang ngerasain yang namanya di anter jemput sama mama atau papa. Banter-banter bagi rapot. Makanya paling seneng kalo mama libur dan jemput aku ke skolah dan pulangnya pasti cari tmpat makan.
Emang semuanya terasa biasa aja sih. Sampe suatu saat papa di pindah tugaskan ke jawa. Hidup aku gada yang berubah sih. Tetep dianter jemput pake mobil. Tetep nyari temen kalo pulang sekolah. Semuanya tetap. Cuma lama kelamaan kok akunya ngerasa beda,mulai ngerasa makin sendirian. Ketemu papa setahun sekali. Kalo kangen paling Cuma bisa lari ke teras. Nangis. Gabisa apa-apa.
Beberapa tahun setelah papa pindah, kantor mama di renovasi dan PHK-in semua karyawannya termasuk mama. Semenjak kejadian ini sedikit banyak hidup aku berubah. Mama mulai gak sanggup bayar antar jemput karna waktu itu lmayan mahal. Mama gada kerjaan. Sampe Mama ditawarin sama tetangga untuk dipinjamin modal untuk buka warung kecil-kecilan. Karna penghasilannya gak terlalu besar, mau gak mau aku gak bisa ikut antar jemput lagi. Aku juga gak punya motor. Jadi aku di suruh mama pergi sekolah pake angkot. Pagi-pagi sekali udah turun dri rumah buat jalan ke terminal. Sampe terminal nunggu lagi angkotnya gak jalan-jalan. Pengen nangis tapi mau gimana lagi. Nyampe depan gg sekolah, lari sekencang-kencangnya karna gamau telat. Pulang sekolah gitu lagi. Nungguin angkot di depan gg sekolah. Terus berhenti di perempatan koyoso . nunggu angkot lagi. Sampe terminal, jalan kaki lagi sampe rumah.
 Kelas 6 SD , tiap libur bantuin mama belanja barang-barang warung pake sepeda ke terminal. Pulangnya bawa belanjaan d depan n belakang sepeda. Gatau kenapa dulu bisa serajin itu.
Sampe aku SMP. Hidup aku masih serba sederhana, jauh dari hidupku yang dulu. Sekarang perabotan rumah udah habis mama jual untuk kebutuhan rumah. Untuk sekolah aku, untuk makan. Semakin lama papa jarang ngirim uang, entahlah apa yg terjadi sama mereka aku gamau tau. Semua perabotan rumah udah gada lagi. Kosong melompong, Cuma tersisa kursi . lemari, kasur sama peralatan dapur. Gada lagi tv, dvd, kulkas atau yang lainnya. Kalo mau nonton ya kerumah tetangga. Warung semakin lama semakin sepi.  Perabotan rumah udah gada yang bisa di jual lagi. Bahkan buat makan pun susah.
SMP aku beda dikit lah sama SD, gak nak angkot lagi, tapi naik bis pelajar yang jauh lebih sumpek dari angkot. Lebih gabisa diperkirakan kapan datengnya. Di SMP rute perjalanan kaki lebih panjang. Berhubung dulu sekolah aku numpang di SMP 16, ya pulang sekolah aku harus jalan kaki sampe jeruju sambil nunggu angkot yang lewat dan berharap sekali ada tetangga yang lewat dan numpangin aku. Sekalian hemat ogkos .
Mau kenaikan kelas 2, aku pindah di rumah embah di pancasila. Sebenranya ini bukan kemauan aku ataupun mama. Tapi kami terpaksa karna udah gak punya uang lagi untuk kehidupan sehari-hari. Sumpah aku sama sekali ak betah disana. Selain penghuninya ramai, anaknya juga bawa dampak buruk. Gapernah belajar sama sekali. Aku juga gak punya kamar dirumah itu, jadi tiap hari tidur di ruang tengah gapake kasur. Punya saudara cewek yang super nyebelin.
Gada yang menyenangkan sama sekali di hidup aku, bahkan di sekolah pun udah biasa jadi korban penindasan anak-anak orang kaya. Inilah hidup aku, semuanya serba biasa saja, gada yang istimewa, gak ada yang patut di kenang.
Dan satu lagi yang aku inget, hari ulang tahun aku gapernah special. Bahkan untuk di ingatpun mungkin enggak :’)
SEKIAN CERITA DARI SAYA  . terima kasih sudah membaca . jangan pernah merubah apapun ya


Minggu, 22 April 2012

teman ?

Diposting oleh dhita anggrainy di 21.20 0 komentar
Ini ceritaku tentang sebuah kekecewaan terhadap beberapa teman yang sebenarnya tak patut lagi di sebut teman.
Sebenarnya ini dimulai satu setengah tahun yang lalu. Awalnya aku merasa menemukan teman yang benar-benar teman. Karena telah menghabiskan banyak waktu untuk bersama. Aku juga punya teman satu SMP yang aku kira bisa jadi teman baikku tapi ternyata jauh dari yang dibayangkan. Aku yang lebih duluan dekat dengan anak-anak yang lain mencoba membawanya agar bisa dekat dengan yang lain. Kemanapun aku dan anak-anak lain pergi, aku selalu berupaya untuk mengajaknya walaupun kadang ia terlalu sibuk mengurusi teman-teman smp nya.
Sebenarnya aku sudah mulai merasa nyaman dengan keadaan kelas waktu itu, di tambah lagi dengan teman-teman yang selalu menghargai keberadaan aku, aku mulai merasakan indahnya masa-masa SMA. kami berfoto bersama, karaoke dan kegiatan-kegiatan menyenangkan lainnya. Sampe hari itu tiba, mereka pergi tanpa aku. Aku tidak ikut bukan karna aku tak mau. Tapi menghargai pacarku yang saat itu juga tak ikut bersama mreka. Tapi di balik itu ternyata mereka membuat suatu perjanjian, perjanjian persahabatan lebih tepatnya. Mereka menamai diri mereka dengan sebutan MEONG. Semenjak hari itu semuanya berubah. Tak ada aku lagi. Setiap hari mereka selalu membanggakan apa yang telah mereka lewati hari itu. Hari dimana meong terbentuk. Aku merasa seperti di buang, keberadaanku tidak dianggap. Bahkan aku seperti musuh bagi mereka. Sampe saat ini,hanya saat mereka memerlukan aku mereka menebut namaku. Selain itu? Tidak pernah. Saat membutuhkan solusi mereka mencariku. Saat masalah itu selesai, mereka seperti tak mengenalku. Sejujurnya kekecewaan in sudah terpendam lama sekali. Jauh di lubuk hati yang paling dalam aku merindukan saat saat itu, saat dimana aku berada di tengah mereka dan menjadi diriku sendiri tnpa takut dengan yang orang lain katakan. Tertawa bersama hingga tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Sampai akhirnya aku menyadari, tempatku bukan disana. Mungkin aku tak pantas ada di tengah-tengah mereka. Aku hanya seorang anak yang terlahir di kluarga sederhana dan memang tak selayaknya aku berharap bise berada di antara mereka.
Tapi aku berterima kasih karena kalian, aku bisa merasakan indahnya masa SMA walaupun sebentar, karena kalian aku bisa belaajar untuk tidak mudah percaya kepada orang lain, karena kalian aku bisa belajar menghargai orang-orang di sekeliling aku.

Selasa, 21 Februari 2012

speak now

Diposting oleh dhita anggrainy di 17.55 0 komentar

Selasa, 14 Februari 2012

Kampung Melayu Warna-Warni di Afrika

Diposting oleh dhita anggrainy di 18.25 0 komentar
Di abad 17, ketika kompeni menguasai hampir seluruh wilayah Nusantara, pengasingan orang-orang yang menjadi tahanan politik dan budak hingga nun jauh ke benua hitam, Afrika.

Orang-orang buangan tersebut ditempatkan di Bo-Kaap, sebuah kawasan di Cape Town, Afrika Selatan. Dari generasi ke generasi, mereka beranak-pinak dan akhirnya membentuk perkampungan melayu. Secara tak sengaja pula, pembuangan tersebut akhirnya menjadi penyebab menyebarnya agama Islam di Tanjung Harapan. 



untuk membaca lebih lengkap silahkan download filenya disini : Kampung Melayu Warna-Warni di Afrika

Kamis, 07 Juli 2011

4 bulan tanpa cinta :'(

Diposting oleh dhita anggrainy di 01.54 0 komentar
ternyata benar ..

aku pernah matimatian mencintai orang yang sama sekali gak mencintai aku, walaupun statrusnya sudah pacaran sama aku selama 4 bulan,
4 bulan bukan waktu yang singkat buat aku, 4 bulan merupakan waktu terlama aku pacaran :')
aku gatau seberapa besar sayang orang itu terhadapa masalalunya,
sehingga mebgacuhkan aku yang ada di depannya,
aku yang siap menemaninya , menanggung suka duka bersama .
tapi ya sudahlah :')
ini pengalaman buat aku .
buat aku sekarang ,
lebih baik mencintai orang yang udah pasti mencintai aku :)

Selasa, 21 Juni 2011

7 things :)

Diposting oleh dhita anggrainy di 06.19 0 komentar
I probably shouldn't say this

But at times I get so scared

When I think about the previous

Relationship we shared



It was awesome but we lost it

It's not possible for me, not to care

And now we're standing in the rain

But nothing's ever gonna change until you hear, my dear



The 7 things I hate about you

The 7 things I hate about you, oh you

You're vain, your games, you're insecure

You love me, you like her

You make me laugh, you make me cry

I don't know which side to buy

Your friends, they're jerks

When you act like them, just know it hurts

I wanna be with the one I know

And the 7th thing I hate the most that you do

You make me love you



It's awkward and it's silent

As I wait for you to say

What I need to hear now

Your sincere apology

When you mean it, I'll believe it

If you text it, I'll delete it

Let's be clear


Oh I'm not coming back

You're taking 7 steps here



The 7 things I hate about you

You're vain, your games, you're insecure

You love me, you like her

You make me laugh, you make me cry

I don't know which side to buy

Your friends, they're jerks

When you act like them, just know it hurts

I wanna be with the one I know

And the 7th thing I hate the most that you do

You make me love you



And compared to all the great things

That would take too long to write

I probably should mention

The 7 that I like



The 7 things I like about you

Your hair, your eyes, your old Levi's

When we kiss I'm hypnotized

You make me laugh, you make me cry

But I guess that's both I'll have to buy

Your hands in mine

When we're intertwined, everything's alright

I wanna be with the one I know

And the 7th thing I like most that you do

You make me love you

You do

down to earth

Diposting oleh dhita anggrainy di 04.45 0 komentar
I never thought it'd be easy
Cause we both so distant now
And the walls are closing in on us
And we're wondering how
No one has a solid answer
But just walking in the dark
And you can see the look on my face It just tears me apart

So we fight (so we fight) through the hurt (through the hurt)
And we cry and cry and cry and cry
And we live (and we love) and we learn (and we love)
And we try and try and try and try

So it's up to you and it's up to me
That we meet in the middle on our way back down to Earth
Down to Earth, Down to Earth
On our way back down to Earth
*Back down to Earth, Back down to Earth, Back down to Earth, Back down to Earth,
Back down to Earth, Back down to Earth, Back down to Earth, Back down to Earth*

And mommy you were always somewhere
Daddy I live out of town
So tell me how could I ever be normal somehow
You tell me this is for the best
So tell me why am I in tears?
*Woah* So far away, and now I just need you here

So we fight (we fight) through the hurt (through the hurt)
And we cry and cry and cry and cry
And we live (we live) and we love (we love)
And we try and try and try and try

So it's up to you and it's up to me
That we meet in the middle on our way back down to Earth
Down to Earth, Down to Earth
On our way back down to Earth
*Back down to Earth, Back down to Earth, Back down to Earth, Back down to Earth,
Back down to Earth, Back down to Earth, Back down to Earth, Back down to Earth*

We fell so far away from the way we used to be
Now we're standing and where do we go
When there's no road to get to your heart
Let's start over again

So it's up to you and it's up to me
That we meet in the middle on our way back down to Earth
Down to Earth, Down to Earth
On our way back down to Earth
Back down to Earth, Back down to Earth, Back down to Earth, Back down to Earth,
Back down to Earth, Back down to Earth, Back down to Earth, Back down to Earth,

I never thought it would be easy
Cause we both so distant now
And the walls are closing in on us
And we're wondering how 
lagu ini cocok sekali sama akuuuuuuuuuuuuuuu >.<
menyedihkan :D

Senin, 20 Juni 2011

CAUSE I LOVE YOU

Diposting oleh dhita anggrainy di 04.51 0 komentar
akhir-akhir ini aku gerasa garin sayang sekali nghadapin aku, aku yang pemarah , emosian, dia bisa ngeredam semuanya, sms-sms dia yang bikin aku senyum :)


aku ngerasa ini garin yang sebenernya , garin yang mencinta seorang cewek super biasa dengan segala apa yang dia punya, meski terkadang aku gak tau harus kayak gimana , udah terlalu banyak yang dia kasi ke aku,
semuanyaaa. aku berharap kayak gini terus, aku  bahagia sama dia. aku harap dia yang akan jadi imam aku, nemenin aku ngejalanin semuanya, memberikan solusi akan apa yang harus aku lakukan dalam kondisi yang tak terduga . meskipun dia agak sedikit "nakal" :p
tapi aku cinttaaaaa, ini bukti sayang dia ke aku , ini yang bikin aku gak bisa berpaling dari dia :)
ILOVEYOUDARLING :*

Sabtu, 18 Juni 2011

merdeka \m/

Diposting oleh dhita anggrainy di 23.26 0 komentar
yeeeeeeeey ,, akhirnya masamasa suram di sepuluh A akan segera berakhir ,, moga gak 1 kelas sama tuh anak yang hobby nya ngerecokin kesenengan orang -_____-
tinggal berapa hari lagi aku ngejalanin hari di sepuluh A ,, gak nyampe 1 minggu kali yaaa ,
aku sih amat sangat berharap bgt sekali masuk ipa ,, tapi aku gak mau 1 kela sama tu ank .. setidaknya kalo gw gak 1 kelas sama tu ank gw jadi bebas berexpresi ,, haha :D
gw uda bosen liat anak di kelas pada ngebanggain dy seolah dy yang paling bener ,,
kembang kempis deh tu idung tu anak -,-
well . moga hidup gw tentram aja d kelas sebelas ini ,, amiiinn :)

Kamis, 19 Mei 2011

cerpen GARIN

Diposting oleh dhita anggrainy di 06.26 0 komentar
sekarang giliran ceritanya si garin, denger gw mau ngepost tu cerpen gw, dia nya gamau kalah,
ckckc, dasar mr.UPIL -______-


beginilah cerita si mr.UPIL


Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis

Nama gue Edward Elric, biasa dipanggil Ed. Umur gue udah 17an (kaya hari kemerdekaan RI aja). Dan yang menjadi masalah rutin dalam hidup gue adalah tingg badan. Biasanya tinggi anak-anak usia 17 tahun kira-kira 180cm. tapi tinggi badan gue jauh di bawa standard, gue nggak mau nyebutin tinggi badan gue. Setiap membahas tinggi badan emosi gue selalu nail karena minder dan rada gengsi (maklum gejolak emosi anak ABG). Gue adalh anak pertama dari pasangan Van Hoenheim dan Trisa Elric, adik gue namanya Alphonse Elric, cumin selisih 2 tahun dari umur gue. Cita-cita gue ingin menjadi Young Businessman, yang artinya pebisnis muda. Walaupun masih usia belasan tahun tapi sudah bias berbisnis, menata keuangan sendiri dan membeli keperluan pribadi sendiri, misalnya, bayar kuliah atau uang sekolah, beli HP terbaru, nraktir teman-teman dari uang saku sendiri dan yang pasti tidak membebani keuangan keluarga gue.
Gue ingin hidup mandiri. Nah awal karir bisnis gue dimulai dari SMP, saat duduk di kelas 8, gue bertemu sahabat baru gue namanya Luis. Dia anak pindahan dari SMP di luar kota. Saat gue kenalan dia orangnya baik, ramah, penampilan rada cool dan pintar. Dia duduk tidak jauh dari tempat duduk gue. Singkat cerita gue akhirnya bias dekat sama dia dan menjadi sahabat bersama 2 teman gue yang lain, Rot dan Alex. Nah jadi lah empat sekawan dengan 2 kurcaci dan 2 raksasa, karena dulu gue dan Luis postur badannya sama lalu Roy dan Alex berbadan tinggi gede. Kemana-mana kami selalu berempat, ke kantin, ke kropasi sekolah selalu bersama, tapi nggak mungkin ke wc sama-sama dan yang pasti kami bukan sekawanan homoria. Nah beberapa bulan kemudian Luis menawarin gue suatu bisnis yang luamyan menguntungkankan, yaitu “Jualan Pulsa”. “Jualan pulsa? Emang bias dapat untung?” Tanya gue pesimis. “Bisa dong, tidak ada yang tidak mungkin, asal lu bener-bener dan serius menjalaninnya, pasti sukses nanti.” Sahut Luis dengan kata-kata bijaknya.

Sebelumnya Luis juga sudah merekrut Alex masuk dalam grup bisnis pulsanya dan Alex pun menerimanya dengan sukacita (loh?). merasa nggak mau kalah dan dengan dorongan ambisi bias meraup untung banyak (amin, do’akan ya teman-teman) gue terjun ke bisnis ini.
“Ok, gue ikut bisnis lu.” Ujar gue. “sip dah.” Kata Luis sambil mengotak-atik HPnya dan mendaftarkan gue sebagai keanggotaan dalam grup dia. Daftarnya juga mudah, cukup SMS dengan format nama lengkap, no.HP dan dikirim ke rumah sakit terdekat, lho? yang benar nomor HP keagenan grup. Dan akhirnya bergabunglah gue dalam grup tersebut. Mulai lah petualangan karir dadakan bisnis kecil-kecilan gue. Gue mulai promosi di dalam kelas dulu, muali deh tebar promosi kalau gue jualan pulsa dan kalau ada yang kehabisan pulsa, tinggal kontak aja gue. Segala usaha udah gue keluarin, termasuk keringat gue dan teman-temannya, dan itu sangat membantu gue dalam berbisnis jualan pulsa. Gua biasanya beli saldo sama Luis, paling-paling isi 50.000 udah cukup untuk melayani pembelian pulsa. Dan hasil bisnis gue kasi ke Luis soalnya gue ngutang saldo sama dia. Lumayanlah dapat 2-5% dari penjualan masuk ke kantong uang jajan. Walaupun untung dari penjualan pulsa tersebut kecil, tapi semua yang kita lakukan pastilah dari yang paling kecil. Langkah demi langkah telah gue jalanin semuanya, berbagai macam masalah pun datang menghampiri, dari yang besar maupun kecil. Tapi semua bias diatasi. Beberapa bulan udah gue jalanin usaha bisnis jualan pulsa ini. Gue jadi terbiasa dengan istilah “hutang-piutang”. Rata-rata setiap anak-anak yang beli pulsa sama gue mereka pada ngutang, malah ada yang sampai puluhan ribu. Si Ningsi namanya, hampir tiap hari dia beli pulsa sama gue, sampai-sampai lupa kalau saldo gue udah habis. Walaupun begitu gue sih senang-senang aja ada pelanggan tetap meski ditumpuk dulu hutangnya.
Terus teman gue yang lainnya Selim yang biasa beli pulsa gue. biasanya di beli 5000an sama gue. tapi bukan itu yang jadi masalahnya. Masalahnya adalah dia lama banget bayarnya. Ngutang cuman 5000 tapi nunggu dia bayar bisa-bisa sampai 2 bulan baru di bayar.
Begitulah. Tapi gue easy going aja, tidak ambil pusing-pusing amat sama pembayarannya. Tapi tetap gue tagih tuh anak. Maklumlah keuangan setiap anak-anak pasti berbeda. Sama seperti gue pas-pasan hidupnya. Eits, walaupun pas-pasan tapi buka usaha yang bakal menjanjikan dan mungkin bisa merubah hidup gue (jadi makin pas-pasan). Jangan deh. Yang pasti jadi meningkatkan taraf hidup gue (amin).
Perlahan tapi pasti pelanggan gue sudah merambah ke luar kelas. Salah satunya Afri. Teman gue yang satu ini memang tukang menghabisin pulsa, ribuan mungkin puluhan ribu pulsanya bisa habis dalam sekejap. Entah apa yang dia lakuin tapi tipe kaya orang inilah yang jadi incaran gue untuk menjadi pembeli. Yups tiap hari ada saja tampang dia muncul di hadapan gue. Kemudian, cewek cantik teman sekelasnya Afri namanya Angel. Yap, cewek incaran Roy ini pernah jadi pelanggan gue sampai akhirnya Angel pindah ke Luis lantaran gue udah jarang mengisi saldo. Mau gimana lagi, tapi gapapalah, hilang satu tumbuh seribu. John dari kelas C yang jadi teman akrab di tempat les gue bareng ketiga sahabat gue, plus di tambah Mustang, Ningsi, Dianda dan Rockbell, kami semua pada les pada guru matematika dan sains di sekolah, Riza Hawkeye namanya dan biasa dipanggil Mam Riza. Banyak hal-hal lucu terjadi di sana, banyak tawanya dibanding belajarnya, tapi kami asik-asik aja. Nah, disinilah otak gue kembali bereaksi. “Bagaimana kalau kita promosi aja usaha kita di sini?”. Otak gue ngirim sinyal-sinya ke tubuh gue. “Betul banget tuh kalau begitu tunggu apa lagi!”. Hati gue membara. Setelah semua anggota tubuh gue kompak. Nah mulailah gue berceramah ke adik-adik kelas gue yang kebetulan les disana juga. Mulanya gada yang merespon tentang ceramah gue namun beberapa hari kemudian adik kelas gue yang pertama menjadi pembeli adalah Justin. Dengan suka cita gue menerima permintaannya, dan hasilnya Justin menjadi pembeli tetap gue dan diikuti teman-temanya juga.
Go A Head. Kata-kata itulah yang terus melayang-melayang di benak pikiran gue yang menjadi pelecut semangat gue. Yups. Enam bulan sudah gue jalanin usaha ini dan keuntungannya cukup untuk membeli kebutuhan sehari-hari gue. Gue semakin percaya diri dengan apa yang telah gue lakukan. Dan semua itu sangat berarti buat gue sebab gue mendapat pelajaran-pelajarn penting disana. Dan apa yang gue cita citakan mungkin bisa terkabul, teruslah melangkah ke depan dan jangan sekali-kali melihat ke belakang sebab kita akan terhenti disana dan kita bakal tertinggal jauhnya. “Keep Moving Forward”.

cerpen ACAK ADUT :D

Diposting oleh dhita anggrainy di 06.13 0 komentar
ini cerpen gue buat karna dapet tugas dari guru bahasa indonesia gue, sebenernya gue gak pinter ngarang dan jadilah nih tugas gue undur sampe 2 minggu, betapa begoknya gue karna ternyata hari kamis nih tugas harus udah dikumpulin, mau gak mau gue bikin nih cerpen dari sore ampe malem, dari baring ampe duduk, dari rumah gue ke rumah ria, gak kerasa dari jam 4 sampe jam 7 gw ngerjain ini. dateng ke rumah winny buat les . TELAT, tapi cuma nampangin muka doang n lanjut ngetik cerpen lagi, setelah cerpen selesai di buat, dengan niat mulia gw mau lanjut les, tapi gurunya malah pulang T________T

, dan jadilah gw nyari warnet buat ngeprin nih tugas malem".

ini cerpen yang gw bkin,





FROM TWITTER WITH LOVE



“horeeeeeee!” teriak Dean yang memegang hp sambil masuk ke dalam kelas.

“apa sih? kenapa kok teriak girang gitu ?” tanya Reya.

“ini loh Rey, ada cowok keren banget, dia ngefollow gue di twitter, dia baru bales tweet gue” jawab Dean sambil tertawa.

“terus?”jawab Reya gak ngerti.

“tu cowok keren banget, tweet nya bagus-bagus lagi, coba deh loe liat”. Dean memberikan hp nya kepada Reya.

“hah? loe ngomong apa sih? gue gak ngerti follower twitteran gitu, apa sih?”tanya Reya bingung.

“aiiihh, loe gaptek banget sih, gini aja, gue buatin loe twitter trus biar loe belajar sendiri”

“hmmmm, yaudahlah terserah loe aja deh ”Reya menjawab dengan pasrah.

ya, ini lah Reya, Andreya Alinester. seorang cewek biasa, punya tampang yang manis juga pintar. Sebenarnya ia sangat malas dengan yang namanya ‘situs pertemanan’ . Tapi ada hal yang mendorongnya untuk belajar bermain twitter, yaitu cowok yang Dean tunjukan padanya. Hari-hari pun berlangsung seiring dengan semakin kecanduannya Reya terhadap twitter. Gak ada waktu yang di lewatkan Reya tanpa membuka twitter. Bahkan saat ia baru tersadar dari tidurnya, hal yang pertama ia lakukan adalah membuka twitter.

saat jam istirahat sekolah pun, ia tak lupa mengecek twitternya, sama seperti siang ini.

“eh Dean, ini cowok yang waktu itu loe bilang twit nya bagus-bagus itu kan? Dia ngefgollow gue loh” Tanya Reya sambil memperlihatkan hp kepada Dean.

“ih, kok bisa siiih?”

“bisa dong, mungkin gara-gara loe sering mention gue”

Reya pun memfollow back cowok itu, Reya yang menyukai twit nya memberikan sinyal-sinyal ingin kenalan seperti meretweet dan curhat tentang cowok itu di twitternya. Karna seringnya Reya meretweet cowok itu, cowok itu pun mulai tertarik kepada Reya, dia pun mengirimkan mention yang berbunyi “hai, aku Danar”. Reya sedikit agak kaget saat membuka mentionnya, tapi ia segera membalas mention cowok tersebut. “ hai juga, gue Reya, thanks uda follow gue” .

Keesokan harinya di sekolah Reya menceritakan kepada Dean apa yang terjadi tadi malam dengan sangat antusias . Dean yang sebenarnya juga menyukai Danar agak sedikit kaget karna melihat Reya yang sangat gembira, ia tahu bahwa Reya ternyata juga menyukai Danar. Tetapi karna Dean mempercayai Reya, mereka pun sepakat untuk bersaing secara sehat.

“Deeeeaaaaan, dia ngajak gue kenalan loh, namanya Danar” teriak Reya kegirangan.

“masa? Kok bisa siihh? Padahal gue suka banget loh sama dia, tapi gapapa lah, loe kan sahabat gue, kita bersaing secara sehat ya”

“siip, makasih yaaaaa” kata Reya sambil memeluk Dean karna kegirangan.

malam harinya. Reya melakukan kebiasaan barunya, yaitu ONLINE. Dia melihat tweet Danar yang ada di timelinenya “hmm, Danar lagi online nih” pikirnya. Dia pun menulis tweet tentang Danar ,,

“cowok itu menarik juga”

Reya berharap Danar mengerti bahwa tweet yang barusan ia tulis sebenarnya untuk Danar.

Tak lama setelah ia menulis tweet tersebut, ada yang mengirim mention kepada Reya. Rasa kaget bercampur senang karna ternyata yang mengirim mention adalah Danar.

Reya melompat saking girangnya. Ia pun segera membalas mention tersebut. Obrolan mereka berlanjut di yahoo messanger atau yang biasa dikenal dengan YM. Tanpa sadar sekarang sudah pukul 12 malam. Tetapi reya tetap setia di depan laptopnya, ini pertama kalinya reya tidur selarut ini. Ternyata Danar adalah orang yang sangat menarik hingga membuat Reya lupa waktu.

“hey, gag tidur ? udah malem nih.” kata Danar

“bentar lagi deh, besok juga hari minggu, kamu juga knapa blm tidur ?” Reya malah balik bertanya.

Beberapa menit kemudian Danar membalas chat Reya, “aku lagi ngerjain tugas kuliah nih , kamu tidur gih sana, cewek itu gak boleh tidur malem-malem”

Reya pun segera menuruti perkataan Danar, ia merasa bahwa Danar orang yang sangat perhatian dan dewasa, mungkin karna ada perbedaan umur di antara mereka. Reya kelas 2 SMA di Pontinak dan Danar merupakan mahasiswa semester 3 di salah satu universitas kedokteran di Bandung.

Sebelum mengakhiri obrolan mereka, mereka sepakat untuk bertukar nomor handphone. Reya tidak menyangka secepat ini mereka menjadi dekat. Reya merasa ada kecocokan di antara mereka. Ini yang membuat reya semakin nyaman ngobrol tentang banyak hal kepada Danar. Reya berharap kedekatan mereka tidak hanya sampai di sini. Reya pun terlelap bersama harapan nya.

Saat pagi hari, Reya terbangun dari tidurnya karna mendengar hp nya berbunyi.ia berjalan mengambil hp nya dengan langkah yang di paksakan. ia merasa masih sangat ngantuk. Ia membuka hp nya dengan mata setengah tertutup. “siapa sih yang sms gue pagi-pagi gini, ganggu tidur gue aja” gerutu Reya dalam hati.

“selamat pagi Reya”. Ternyata itu adalah pesan dari Danar. Seketika itu pun ngantuk Reya hilang. Iya langsung buru-buru mencuci mukanya dan kembali ke tempat tidurnya. “selamat pagi juga Danar” Reya membalas pesan Danar tersebut. Tak lama Danar pun membalas pesan Reya, dan berlanjutlah hingga malam hari.

Ternyata harapan Reya menjadi kenyataan, mereka semakin dekat. Lebih dekat dari yang Reya bayangkan. walaupun mereka belum pernah bertemu, tetapi mereka sudah merasa nyaman satu sama lain. Mereka bercerita tentang banyak hal dari hidup mereka. Ditambah lagi mereka tinggal di kota yang berbeda, hal ini yang membuat obrolan mereka lebih seru karna mereka saling menceritakan kota masing-masing.

Danar selalu memberikan perhatian lebih kepada Reya. Ia tak pernah lupa mengucapkan selamat pagi dan selamat malam kepada Reya. Reya merasa sangat yakin kepada Danar, iya mulai menyukai Danar. Bukan hanya sekedar suka, tapi rasa itu sekarang telah menjadi rasa sayang. Meskipun terkadang rasa takut itu datang. Reya tau bahwa jarak memisahkan mereka, tapi ia selalu yakin bahwa “gak ada hal yang gak mungkin”.

Kedekatan mereka berjalan ke 3 bulan, Reya tetap merasa nyaman menyayangi orang yang belum pernah ia temui sekalipun. Ia merasa tak ada masalah, karna ia selalu ingat kata-kata Danar “kita gak jauh kok, kita masih bisa lihat bulan yang sama “. Ini yang membuat Reya yakin kepada Danar.



Liburan semesteran sudah tiba, Reya berencana untuk berlibur di kota nya Danar yaitu Bandung. Ia pun memberitahukan rencananya kepada Danar, Danar sangat antusias walaupun ada sedikit keraguan dihati Danar. Tetapi ia tetap menyambut Reya dengan senang hati. Reya pun membuat daftar tempat yang akan ia kunjungi, Danar berjanji akan menemaninya berlibur di sana.

Saat liburan tiba, tepat pikul 10 pagi. Reya berangkat dari kotanya menuju bandung dengan menggunakan pesawat. Reya di antar oleh Dean. Dean hanya menitip salam kepada Danar dan tidak lupa meminta oleh-oleh.

Pukul 11.30 Reya tiba di kota Bandung, ia segera maelfon Danar dan memberitahu Danar bahwa ia telah tiba. Danar yang mengetahui jadwal pesawat yang di tumpangi reya telah sampai, segera menelfon Reya.
“Re, kamu pake baju warna apa ?” Tanya Danar.

“aku pake baju warna biru gambar teddy bear, kamu ?” Reya kebingungan.

“aku pake kaos putih polos sama jaket hitam”

Reya tidak sadar bahwa Danar berada di sampingnya. Begitu juga sebaliknya. Saat Reya berbalik kearah kanan dan Danar berbalik kearah kiri. Mereka saling bertatap mata dan tertawa.

“kamu disini ternyata, aku pikir dimana” kata Danar tanpa rasa canggung.

“hehe, aku bingung soalnya” jawab Reya agak sedikit malu-malu.

Akhirnya Reya pun di antar oleh Danar ke penginapan. Mereka bercerita sepanjang perjalanan. Setelah sampai di penginapan, Reya pun beristirahat.

Keesokan harinya mereka berencana untuk berjalan-jalan, mereka menghabiskan waktu liburan bersama, mereka mengelilingi kota bandung. Dan yang membuat reya tak percaya adalah Danar memperkenalkan Reya kepada orang tuanya. Reya merasa senang karna itu berarti Reya special untuk Danar.meskipun ada 2 kejadian yang bikin Reya panik, karna saat jalan-jalan tiba-tiba Danar mimisan dan sering tiba-tiba terjatuh. Tetapi buat Reya Liburan kali ini sangat mengesankan.

Malam ini malam terakhir Reya berada di Bandung, Setelah seminggu berada di kota Bandung. Danar mengajak nya untuk dinner. Reya pun menyetujui. Reya tampil secantik mungkin malam ini.

Mereka dinner di restaurant yang berada di tepi pantai, Danar memesan sea food dan Reya memesan steak. Saat sedang asik mengobrol, tiba-tiba Danar terdiam.

“Rey,”kata Danar agak takut.

“ya” jawab Reya seenaknya.

“will you become my girlfriend”

“hmm” Reya pura-pura memasang tampang berpikir.

“so?” Danar gugup.

“for sure ” jawab Reya dengan senyum yang indah.

“really ?” Danar masih cemas

“iya Danar” Reya meyakinkan Danar.

“kamu mau gak janji sama aku?” kata Danar.

“janji apa?” Reya bingung.

“2 tahun lagi, tanggalnya tepat hri ini. dan jam ini, kita bertemu lagi di sini”.

“iya, aku janji”. Reya berkata dengan mantap.

dan terukirlah cinta mereka di bawah cahaya bulan. Ya, bulan yang sama.

Keesokan harinya Reya pamit kepada dua orang tua Danar. Kali ini Danar memperkenalkan Reya sebagai pacarnya. Kemudian Danar mengantar Reya ke bandara, perpisahan mereka di akhiri dengan ucapan selamat tinggal oleh danar . dan Danar mengecup lembut kening Reya sebagai tanda perpisahan.

Reya kembali ke Pontianak dan menjalankan aktifitas seperti biasanya, tapi yang berbeda hanya sekarang ia telah menjadi pacar seorang Danar. Seorang yang ia kenal lewat twitter.

Hubungan mereka berjalan lancar, meskipun ada rintangan. Tetapi mereka dapat melaluinya, karna mereka percaya pada kekuatan cinta mereka. Jarak bukan masalah buat mereka, karna mereka masih tetap percaya pada prinsip mereka.

Kini sudah 2 tahun mereka menjalani hubungan jarak jauh ini. Hingga suatu hari, Reya merasa Danar berubah. ia merasa ini bukan Danar yang dulu. Yang selalu mengucapkan selamat pagi padanya. Yang selalu mendengarkan semua ceritanya. Kini Danar berubah menjadi seorang yang cuek, yang lupa dengan dirinya, yang tak pernah lagi mengucapkan selamat pagi padanya.

Semua perubahan Danar membuat Reya terpuruk. Ia merasa kehilangan orang yang ia cintai.

Ia menagis setiap malam, berharap Danar akan berubah kembali menjadi Danar yang dulu. Tapi 2 bulan Danar tetap tak berubah, iya tetap menjadi cuek. Bahkan, tak pernah lagi menelfon Reya.

saat umur pacaran mereka beranjak 2 tahun, Reya berencana untuk liburan kembali di kota Bandung, memenuhi janjinya mengulang semuanya, semua yang terjadi 2 tahun lalu di restaurant tepi pantai itu. Tanpa sepengetahuan Danar ia pun ke bandung. Reya masih hapal benar apa yang terjadi 2 tahun lalu d bandara. Ia segera mencari taksi dan menuju ke penginapan yang dulu ia singgahi 2 tahun lalu.

Perlahan taksi mengurangi kecepatannya, Reya sudah sampai di penginapan. Hari ini tepat 2 tahun mereka pacaran, ini berarti mereka akan memenuhi janji mereka untuk bertemu kembali di kota ini, tepatnya di restaurant tempat Danar menyatakan cintanya pada Reya.

Malam ini Reya sudah tampil sebaik mungkin, ia berharap Danar masih mengingat janji yang mereka ucapkan 2 tahun lalu. ia berharap kejadian 2 tahun lalu bisa kembali di ulang. Dengan harapan yang amat mendalam ia berjalan menyusuri restaurant tersebut. Ia mencari tempat duduk yang juga sama seperti 2 tahun lalu.

Ini sudah pukul 8 malam. tapi Danar tak kunjung datang. Reya hampir putus asa. kali ini Reya benar-benar merasa kehilangan Danar. Kehilangan 2 tahun terbaik yang dia lewati bersama Danar. Reya hampir beranjak pulang. Tiba-tiba ada seseorang yang menahannya. Seorang cowok jangkung, putih, bersih dan rapi. Reya senang, karna ia pikir itu adalah Danar, tapi ia salah. Cowok itu memang mirip Danar. Tapi ia bukan Danar. Ia adalah Dion. Adik Danar yang juga kuliah di kedokteran.Dion menahan Reya yang masih kebingungan. Dion mempersilahkan Reya untuk duduk kembali. Lalu ia memberikan secarik kertas.

“apa ini ?” tanya Reya bingung.

“baca aja, itu dari kakak gue”jawab Dion jutek.

Reya,

maaf ya selama ini aku gak ngasih tau kamu kalo Aku kena penyakit leukemia, aku gak tau gmna cara ngasi tau kamu. kata dokter umur aku gak akan lama lagi. Aku takut kamu khawatir. Aku Cuma sempet nitip ini ke adik aku. Makasih ya untuk waktu yang kamu berikanke aku. Makasi untuk liburan yang menyenangkan. pesan aku jaga diri kamu baik-baik ya, kamu harus kuat. gak boleh lemah. aku Cuma bisa ngelindungi kamu dari jauh.

Aku sayang kamu, selalu.

                                          Love

DAVIDIO DANAR DERMAWAN

“maksudnya ?” Reya meminta penjelasan kepada Dion.

“kakak gue uda meninggal sebulan yang lalu, dia Cuma nitip ini ke gue, dan nyuruh gue ke sini hari ini. selama ini yang bales sms loe itu gue, nyokap gue ngelarang gue ngasi tau loe. nyokap gue gak tega.”. Dion menjelaskan.

Seketika itupun Reya menangis tersedu-sedu. Ia merasa menyasal karna tak sempat membahagiakan Danar. Dan ia berjanji untuk memperingati hari jadian mereka setiap tahunnya, meskipun ia hanya datang sendirian . ia akan ke tempat penuh kenangan ini.

Keesokan harinya Reya ditemani oleh Dion ke pemakaman Danar. Ia berdoa untuk Danar. Ia berharap Danar tenang di alam sana.

Dan Reya pun menjalani hari-hari seperti biasa. tanpa danar.

TAMAT

Sabtu, 07 Mei 2011

tears

Diposting oleh dhita anggrainy di 17.13 0 komentar
Hari ini seharusnya penuh canda tawa ,
tp brubah jadi tangisan ,
harusny malam ini aku jalanjalan k pasar malem bareng dia ,
ngrayain 8bulanan .
tp trnyta malah gajadi ,
dy bkin aku kesel 2x ,
kalo d pkir" , ksalahan dy cm spele sih ,
dy dtg krmh , krna dy blg "glg gamau dtg kalo ujung"ny dsuruh plg" yaudah akunya cm bs ngambek , gajadi pergi ,
sembunyi" nangis d kursi smbil tiduran n smsan sm dy , brantem ..
tp aku ga sadar ,
dkursi samping trnyta dy juga nangis ,
aku masih kekeuh sama ego aku ,
sms smbil marahmarah ,
tp dy malah blg "ndak lah ye , glg mau tau semua ttg tha
Cuman terima, INI GILANG dhita"
aku jd mkir ,
"loh ? Kok dy mlah ngelembut gni "
tb dy datengin aku ,
duduk d smping aku ,
ngusap air mata aku ,
ngbujuk aku ,
"udah , jangan nangis lagi, jelek tau"
aku msh diem , gamau liat muka dy ,
tp dy meluk aku sambil bilang "kita lemah ya sayang"
nangis aku makin kuat ,
bkan krna marah , tp krna aku mkir . Bruntung bgt aku punya pcr kyk dia ,
gasemua cwok bs kyk gni saat amarahny mmuncak , dy mengalah .
dan akhrnya krna semua planning gagal hari ini ,
8bulanan ny d hadiahin sesuatu yg indah buat aku ,

satnite = sadnite

Diposting oleh dhita anggrainy di 17.05 0 komentar
Jahat , jahat , jahat
selalu kyk gni ,
stiap mlm minggu aku slalu sabar sendrian drumah ,
nemenin kau smsan ,
ngejauhin cara hdup aku yg lama , yg pnya bnyak cwok untk aku ajak jalan ,
aku kire bkal nyenengin wkt kau ajak aku malam mingguan ,
tp kenyataan ny kyk gni :'(
selalu ngcewain :'(
BENCI AKU SAME KAU !

searching true love

Diposting oleh dhita anggrainy di 02.27 0 komentar
aku nih manja ,
keras kepala , egois ,
aku butuh orang yg bisa ngebimbing aku ,
ngajarin aku mandiri ,
bukan orang yg egois juga ,
yg cuma bisa nyalahin aku , yg bisanya cuma ngjudge aku ini itu ,
aku butuh orang yg bisa jd pacar , sahabat , musuh , bhkan mungkin ayah aku ,
aku masih mencari orang itu .

Jumat, 06 Mei 2011

happy anniv 8month :*

Diposting oleh dhita anggrainy di 00.18 0 komentar
hari ini 8 bulan sama GARIN :*
banyak bgt yang uda dilewatin sama dia ,,
aku beruntung punya dia yang selalu ngebimbing aku ,,
terima aku apadanya ,,
selalu sabar sama sikap manja ,, egois n gamau kalah nya aku ,,

emang belum terlalu lama sih ,,
tapi baru kali ini aku pacaran selama ini :D

ya,, walaupun kadangkadang harus berhadapan sama skap kekanakkanakannya dia ,,

tapi kita pasti bisa kok ngjalanin semuanya *amin

semoga bisa selalu samasama dia :)

ILOVEYOSOMUCHGARINGUMILANG





 

dhita's zone Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei