Kamis, 19 Mei 2011

cerpen ACAK ADUT :D

Diposting oleh dhita anggrainy di 06.13
ini cerpen gue buat karna dapet tugas dari guru bahasa indonesia gue, sebenernya gue gak pinter ngarang dan jadilah nih tugas gue undur sampe 2 minggu, betapa begoknya gue karna ternyata hari kamis nih tugas harus udah dikumpulin, mau gak mau gue bikin nih cerpen dari sore ampe malem, dari baring ampe duduk, dari rumah gue ke rumah ria, gak kerasa dari jam 4 sampe jam 7 gw ngerjain ini. dateng ke rumah winny buat les . TELAT, tapi cuma nampangin muka doang n lanjut ngetik cerpen lagi, setelah cerpen selesai di buat, dengan niat mulia gw mau lanjut les, tapi gurunya malah pulang T________T

, dan jadilah gw nyari warnet buat ngeprin nih tugas malem".

ini cerpen yang gw bkin,





FROM TWITTER WITH LOVE



“horeeeeeee!” teriak Dean yang memegang hp sambil masuk ke dalam kelas.

“apa sih? kenapa kok teriak girang gitu ?” tanya Reya.

“ini loh Rey, ada cowok keren banget, dia ngefollow gue di twitter, dia baru bales tweet gue” jawab Dean sambil tertawa.

“terus?”jawab Reya gak ngerti.

“tu cowok keren banget, tweet nya bagus-bagus lagi, coba deh loe liat”. Dean memberikan hp nya kepada Reya.

“hah? loe ngomong apa sih? gue gak ngerti follower twitteran gitu, apa sih?”tanya Reya bingung.

“aiiihh, loe gaptek banget sih, gini aja, gue buatin loe twitter trus biar loe belajar sendiri”

“hmmmm, yaudahlah terserah loe aja deh ”Reya menjawab dengan pasrah.

ya, ini lah Reya, Andreya Alinester. seorang cewek biasa, punya tampang yang manis juga pintar. Sebenarnya ia sangat malas dengan yang namanya ‘situs pertemanan’ . Tapi ada hal yang mendorongnya untuk belajar bermain twitter, yaitu cowok yang Dean tunjukan padanya. Hari-hari pun berlangsung seiring dengan semakin kecanduannya Reya terhadap twitter. Gak ada waktu yang di lewatkan Reya tanpa membuka twitter. Bahkan saat ia baru tersadar dari tidurnya, hal yang pertama ia lakukan adalah membuka twitter.

saat jam istirahat sekolah pun, ia tak lupa mengecek twitternya, sama seperti siang ini.

“eh Dean, ini cowok yang waktu itu loe bilang twit nya bagus-bagus itu kan? Dia ngefgollow gue loh” Tanya Reya sambil memperlihatkan hp kepada Dean.

“ih, kok bisa siiih?”

“bisa dong, mungkin gara-gara loe sering mention gue”

Reya pun memfollow back cowok itu, Reya yang menyukai twit nya memberikan sinyal-sinyal ingin kenalan seperti meretweet dan curhat tentang cowok itu di twitternya. Karna seringnya Reya meretweet cowok itu, cowok itu pun mulai tertarik kepada Reya, dia pun mengirimkan mention yang berbunyi “hai, aku Danar”. Reya sedikit agak kaget saat membuka mentionnya, tapi ia segera membalas mention cowok tersebut. “ hai juga, gue Reya, thanks uda follow gue” .

Keesokan harinya di sekolah Reya menceritakan kepada Dean apa yang terjadi tadi malam dengan sangat antusias . Dean yang sebenarnya juga menyukai Danar agak sedikit kaget karna melihat Reya yang sangat gembira, ia tahu bahwa Reya ternyata juga menyukai Danar. Tetapi karna Dean mempercayai Reya, mereka pun sepakat untuk bersaing secara sehat.

“Deeeeaaaaan, dia ngajak gue kenalan loh, namanya Danar” teriak Reya kegirangan.

“masa? Kok bisa siihh? Padahal gue suka banget loh sama dia, tapi gapapa lah, loe kan sahabat gue, kita bersaing secara sehat ya”

“siip, makasih yaaaaa” kata Reya sambil memeluk Dean karna kegirangan.

malam harinya. Reya melakukan kebiasaan barunya, yaitu ONLINE. Dia melihat tweet Danar yang ada di timelinenya “hmm, Danar lagi online nih” pikirnya. Dia pun menulis tweet tentang Danar ,,

“cowok itu menarik juga”

Reya berharap Danar mengerti bahwa tweet yang barusan ia tulis sebenarnya untuk Danar.

Tak lama setelah ia menulis tweet tersebut, ada yang mengirim mention kepada Reya. Rasa kaget bercampur senang karna ternyata yang mengirim mention adalah Danar.

Reya melompat saking girangnya. Ia pun segera membalas mention tersebut. Obrolan mereka berlanjut di yahoo messanger atau yang biasa dikenal dengan YM. Tanpa sadar sekarang sudah pukul 12 malam. Tetapi reya tetap setia di depan laptopnya, ini pertama kalinya reya tidur selarut ini. Ternyata Danar adalah orang yang sangat menarik hingga membuat Reya lupa waktu.

“hey, gag tidur ? udah malem nih.” kata Danar

“bentar lagi deh, besok juga hari minggu, kamu juga knapa blm tidur ?” Reya malah balik bertanya.

Beberapa menit kemudian Danar membalas chat Reya, “aku lagi ngerjain tugas kuliah nih , kamu tidur gih sana, cewek itu gak boleh tidur malem-malem”

Reya pun segera menuruti perkataan Danar, ia merasa bahwa Danar orang yang sangat perhatian dan dewasa, mungkin karna ada perbedaan umur di antara mereka. Reya kelas 2 SMA di Pontinak dan Danar merupakan mahasiswa semester 3 di salah satu universitas kedokteran di Bandung.

Sebelum mengakhiri obrolan mereka, mereka sepakat untuk bertukar nomor handphone. Reya tidak menyangka secepat ini mereka menjadi dekat. Reya merasa ada kecocokan di antara mereka. Ini yang membuat reya semakin nyaman ngobrol tentang banyak hal kepada Danar. Reya berharap kedekatan mereka tidak hanya sampai di sini. Reya pun terlelap bersama harapan nya.

Saat pagi hari, Reya terbangun dari tidurnya karna mendengar hp nya berbunyi.ia berjalan mengambil hp nya dengan langkah yang di paksakan. ia merasa masih sangat ngantuk. Ia membuka hp nya dengan mata setengah tertutup. “siapa sih yang sms gue pagi-pagi gini, ganggu tidur gue aja” gerutu Reya dalam hati.

“selamat pagi Reya”. Ternyata itu adalah pesan dari Danar. Seketika itu pun ngantuk Reya hilang. Iya langsung buru-buru mencuci mukanya dan kembali ke tempat tidurnya. “selamat pagi juga Danar” Reya membalas pesan Danar tersebut. Tak lama Danar pun membalas pesan Reya, dan berlanjutlah hingga malam hari.

Ternyata harapan Reya menjadi kenyataan, mereka semakin dekat. Lebih dekat dari yang Reya bayangkan. walaupun mereka belum pernah bertemu, tetapi mereka sudah merasa nyaman satu sama lain. Mereka bercerita tentang banyak hal dari hidup mereka. Ditambah lagi mereka tinggal di kota yang berbeda, hal ini yang membuat obrolan mereka lebih seru karna mereka saling menceritakan kota masing-masing.

Danar selalu memberikan perhatian lebih kepada Reya. Ia tak pernah lupa mengucapkan selamat pagi dan selamat malam kepada Reya. Reya merasa sangat yakin kepada Danar, iya mulai menyukai Danar. Bukan hanya sekedar suka, tapi rasa itu sekarang telah menjadi rasa sayang. Meskipun terkadang rasa takut itu datang. Reya tau bahwa jarak memisahkan mereka, tapi ia selalu yakin bahwa “gak ada hal yang gak mungkin”.

Kedekatan mereka berjalan ke 3 bulan, Reya tetap merasa nyaman menyayangi orang yang belum pernah ia temui sekalipun. Ia merasa tak ada masalah, karna ia selalu ingat kata-kata Danar “kita gak jauh kok, kita masih bisa lihat bulan yang sama “. Ini yang membuat Reya yakin kepada Danar.



Liburan semesteran sudah tiba, Reya berencana untuk berlibur di kota nya Danar yaitu Bandung. Ia pun memberitahukan rencananya kepada Danar, Danar sangat antusias walaupun ada sedikit keraguan dihati Danar. Tetapi ia tetap menyambut Reya dengan senang hati. Reya pun membuat daftar tempat yang akan ia kunjungi, Danar berjanji akan menemaninya berlibur di sana.

Saat liburan tiba, tepat pikul 10 pagi. Reya berangkat dari kotanya menuju bandung dengan menggunakan pesawat. Reya di antar oleh Dean. Dean hanya menitip salam kepada Danar dan tidak lupa meminta oleh-oleh.

Pukul 11.30 Reya tiba di kota Bandung, ia segera maelfon Danar dan memberitahu Danar bahwa ia telah tiba. Danar yang mengetahui jadwal pesawat yang di tumpangi reya telah sampai, segera menelfon Reya.
“Re, kamu pake baju warna apa ?” Tanya Danar.

“aku pake baju warna biru gambar teddy bear, kamu ?” Reya kebingungan.

“aku pake kaos putih polos sama jaket hitam”

Reya tidak sadar bahwa Danar berada di sampingnya. Begitu juga sebaliknya. Saat Reya berbalik kearah kanan dan Danar berbalik kearah kiri. Mereka saling bertatap mata dan tertawa.

“kamu disini ternyata, aku pikir dimana” kata Danar tanpa rasa canggung.

“hehe, aku bingung soalnya” jawab Reya agak sedikit malu-malu.

Akhirnya Reya pun di antar oleh Danar ke penginapan. Mereka bercerita sepanjang perjalanan. Setelah sampai di penginapan, Reya pun beristirahat.

Keesokan harinya mereka berencana untuk berjalan-jalan, mereka menghabiskan waktu liburan bersama, mereka mengelilingi kota bandung. Dan yang membuat reya tak percaya adalah Danar memperkenalkan Reya kepada orang tuanya. Reya merasa senang karna itu berarti Reya special untuk Danar.meskipun ada 2 kejadian yang bikin Reya panik, karna saat jalan-jalan tiba-tiba Danar mimisan dan sering tiba-tiba terjatuh. Tetapi buat Reya Liburan kali ini sangat mengesankan.

Malam ini malam terakhir Reya berada di Bandung, Setelah seminggu berada di kota Bandung. Danar mengajak nya untuk dinner. Reya pun menyetujui. Reya tampil secantik mungkin malam ini.

Mereka dinner di restaurant yang berada di tepi pantai, Danar memesan sea food dan Reya memesan steak. Saat sedang asik mengobrol, tiba-tiba Danar terdiam.

“Rey,”kata Danar agak takut.

“ya” jawab Reya seenaknya.

“will you become my girlfriend”

“hmm” Reya pura-pura memasang tampang berpikir.

“so?” Danar gugup.

“for sure ” jawab Reya dengan senyum yang indah.

“really ?” Danar masih cemas

“iya Danar” Reya meyakinkan Danar.

“kamu mau gak janji sama aku?” kata Danar.

“janji apa?” Reya bingung.

“2 tahun lagi, tanggalnya tepat hri ini. dan jam ini, kita bertemu lagi di sini”.

“iya, aku janji”. Reya berkata dengan mantap.

dan terukirlah cinta mereka di bawah cahaya bulan. Ya, bulan yang sama.

Keesokan harinya Reya pamit kepada dua orang tua Danar. Kali ini Danar memperkenalkan Reya sebagai pacarnya. Kemudian Danar mengantar Reya ke bandara, perpisahan mereka di akhiri dengan ucapan selamat tinggal oleh danar . dan Danar mengecup lembut kening Reya sebagai tanda perpisahan.

Reya kembali ke Pontianak dan menjalankan aktifitas seperti biasanya, tapi yang berbeda hanya sekarang ia telah menjadi pacar seorang Danar. Seorang yang ia kenal lewat twitter.

Hubungan mereka berjalan lancar, meskipun ada rintangan. Tetapi mereka dapat melaluinya, karna mereka percaya pada kekuatan cinta mereka. Jarak bukan masalah buat mereka, karna mereka masih tetap percaya pada prinsip mereka.

Kini sudah 2 tahun mereka menjalani hubungan jarak jauh ini. Hingga suatu hari, Reya merasa Danar berubah. ia merasa ini bukan Danar yang dulu. Yang selalu mengucapkan selamat pagi padanya. Yang selalu mendengarkan semua ceritanya. Kini Danar berubah menjadi seorang yang cuek, yang lupa dengan dirinya, yang tak pernah lagi mengucapkan selamat pagi padanya.

Semua perubahan Danar membuat Reya terpuruk. Ia merasa kehilangan orang yang ia cintai.

Ia menagis setiap malam, berharap Danar akan berubah kembali menjadi Danar yang dulu. Tapi 2 bulan Danar tetap tak berubah, iya tetap menjadi cuek. Bahkan, tak pernah lagi menelfon Reya.

saat umur pacaran mereka beranjak 2 tahun, Reya berencana untuk liburan kembali di kota Bandung, memenuhi janjinya mengulang semuanya, semua yang terjadi 2 tahun lalu di restaurant tepi pantai itu. Tanpa sepengetahuan Danar ia pun ke bandung. Reya masih hapal benar apa yang terjadi 2 tahun lalu d bandara. Ia segera mencari taksi dan menuju ke penginapan yang dulu ia singgahi 2 tahun lalu.

Perlahan taksi mengurangi kecepatannya, Reya sudah sampai di penginapan. Hari ini tepat 2 tahun mereka pacaran, ini berarti mereka akan memenuhi janji mereka untuk bertemu kembali di kota ini, tepatnya di restaurant tempat Danar menyatakan cintanya pada Reya.

Malam ini Reya sudah tampil sebaik mungkin, ia berharap Danar masih mengingat janji yang mereka ucapkan 2 tahun lalu. ia berharap kejadian 2 tahun lalu bisa kembali di ulang. Dengan harapan yang amat mendalam ia berjalan menyusuri restaurant tersebut. Ia mencari tempat duduk yang juga sama seperti 2 tahun lalu.

Ini sudah pukul 8 malam. tapi Danar tak kunjung datang. Reya hampir putus asa. kali ini Reya benar-benar merasa kehilangan Danar. Kehilangan 2 tahun terbaik yang dia lewati bersama Danar. Reya hampir beranjak pulang. Tiba-tiba ada seseorang yang menahannya. Seorang cowok jangkung, putih, bersih dan rapi. Reya senang, karna ia pikir itu adalah Danar, tapi ia salah. Cowok itu memang mirip Danar. Tapi ia bukan Danar. Ia adalah Dion. Adik Danar yang juga kuliah di kedokteran.Dion menahan Reya yang masih kebingungan. Dion mempersilahkan Reya untuk duduk kembali. Lalu ia memberikan secarik kertas.

“apa ini ?” tanya Reya bingung.

“baca aja, itu dari kakak gue”jawab Dion jutek.

Reya,

maaf ya selama ini aku gak ngasih tau kamu kalo Aku kena penyakit leukemia, aku gak tau gmna cara ngasi tau kamu. kata dokter umur aku gak akan lama lagi. Aku takut kamu khawatir. Aku Cuma sempet nitip ini ke adik aku. Makasih ya untuk waktu yang kamu berikanke aku. Makasi untuk liburan yang menyenangkan. pesan aku jaga diri kamu baik-baik ya, kamu harus kuat. gak boleh lemah. aku Cuma bisa ngelindungi kamu dari jauh.

Aku sayang kamu, selalu.

                                          Love

DAVIDIO DANAR DERMAWAN

“maksudnya ?” Reya meminta penjelasan kepada Dion.

“kakak gue uda meninggal sebulan yang lalu, dia Cuma nitip ini ke gue, dan nyuruh gue ke sini hari ini. selama ini yang bales sms loe itu gue, nyokap gue ngelarang gue ngasi tau loe. nyokap gue gak tega.”. Dion menjelaskan.

Seketika itupun Reya menangis tersedu-sedu. Ia merasa menyasal karna tak sempat membahagiakan Danar. Dan ia berjanji untuk memperingati hari jadian mereka setiap tahunnya, meskipun ia hanya datang sendirian . ia akan ke tempat penuh kenangan ini.

Keesokan harinya Reya ditemani oleh Dion ke pemakaman Danar. Ia berdoa untuk Danar. Ia berharap Danar tenang di alam sana.

Dan Reya pun menjalani hari-hari seperti biasa. tanpa danar.

TAMAT

0 komentar:

Posting Komentar

 

dhita's zone Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei