Kamis, 19 Mei 2011

cerpen GARIN

Diposting oleh dhita anggrainy di 06.26 0 komentar
sekarang giliran ceritanya si garin, denger gw mau ngepost tu cerpen gw, dia nya gamau kalah,
ckckc, dasar mr.UPIL -______-


beginilah cerita si mr.UPIL


Bisnis Bisnis Bisnis Bisnis

Nama gue Edward Elric, biasa dipanggil Ed. Umur gue udah 17an (kaya hari kemerdekaan RI aja). Dan yang menjadi masalah rutin dalam hidup gue adalah tingg badan. Biasanya tinggi anak-anak usia 17 tahun kira-kira 180cm. tapi tinggi badan gue jauh di bawa standard, gue nggak mau nyebutin tinggi badan gue. Setiap membahas tinggi badan emosi gue selalu nail karena minder dan rada gengsi (maklum gejolak emosi anak ABG). Gue adalh anak pertama dari pasangan Van Hoenheim dan Trisa Elric, adik gue namanya Alphonse Elric, cumin selisih 2 tahun dari umur gue. Cita-cita gue ingin menjadi Young Businessman, yang artinya pebisnis muda. Walaupun masih usia belasan tahun tapi sudah bias berbisnis, menata keuangan sendiri dan membeli keperluan pribadi sendiri, misalnya, bayar kuliah atau uang sekolah, beli HP terbaru, nraktir teman-teman dari uang saku sendiri dan yang pasti tidak membebani keuangan keluarga gue.
Gue ingin hidup mandiri. Nah awal karir bisnis gue dimulai dari SMP, saat duduk di kelas 8, gue bertemu sahabat baru gue namanya Luis. Dia anak pindahan dari SMP di luar kota. Saat gue kenalan dia orangnya baik, ramah, penampilan rada cool dan pintar. Dia duduk tidak jauh dari tempat duduk gue. Singkat cerita gue akhirnya bias dekat sama dia dan menjadi sahabat bersama 2 teman gue yang lain, Rot dan Alex. Nah jadi lah empat sekawan dengan 2 kurcaci dan 2 raksasa, karena dulu gue dan Luis postur badannya sama lalu Roy dan Alex berbadan tinggi gede. Kemana-mana kami selalu berempat, ke kantin, ke kropasi sekolah selalu bersama, tapi nggak mungkin ke wc sama-sama dan yang pasti kami bukan sekawanan homoria. Nah beberapa bulan kemudian Luis menawarin gue suatu bisnis yang luamyan menguntungkankan, yaitu “Jualan Pulsa”. “Jualan pulsa? Emang bias dapat untung?” Tanya gue pesimis. “Bisa dong, tidak ada yang tidak mungkin, asal lu bener-bener dan serius menjalaninnya, pasti sukses nanti.” Sahut Luis dengan kata-kata bijaknya.

Sebelumnya Luis juga sudah merekrut Alex masuk dalam grup bisnis pulsanya dan Alex pun menerimanya dengan sukacita (loh?). merasa nggak mau kalah dan dengan dorongan ambisi bias meraup untung banyak (amin, do’akan ya teman-teman) gue terjun ke bisnis ini.
“Ok, gue ikut bisnis lu.” Ujar gue. “sip dah.” Kata Luis sambil mengotak-atik HPnya dan mendaftarkan gue sebagai keanggotaan dalam grup dia. Daftarnya juga mudah, cukup SMS dengan format nama lengkap, no.HP dan dikirim ke rumah sakit terdekat, lho? yang benar nomor HP keagenan grup. Dan akhirnya bergabunglah gue dalam grup tersebut. Mulai lah petualangan karir dadakan bisnis kecil-kecilan gue. Gue mulai promosi di dalam kelas dulu, muali deh tebar promosi kalau gue jualan pulsa dan kalau ada yang kehabisan pulsa, tinggal kontak aja gue. Segala usaha udah gue keluarin, termasuk keringat gue dan teman-temannya, dan itu sangat membantu gue dalam berbisnis jualan pulsa. Gua biasanya beli saldo sama Luis, paling-paling isi 50.000 udah cukup untuk melayani pembelian pulsa. Dan hasil bisnis gue kasi ke Luis soalnya gue ngutang saldo sama dia. Lumayanlah dapat 2-5% dari penjualan masuk ke kantong uang jajan. Walaupun untung dari penjualan pulsa tersebut kecil, tapi semua yang kita lakukan pastilah dari yang paling kecil. Langkah demi langkah telah gue jalanin semuanya, berbagai macam masalah pun datang menghampiri, dari yang besar maupun kecil. Tapi semua bias diatasi. Beberapa bulan udah gue jalanin usaha bisnis jualan pulsa ini. Gue jadi terbiasa dengan istilah “hutang-piutang”. Rata-rata setiap anak-anak yang beli pulsa sama gue mereka pada ngutang, malah ada yang sampai puluhan ribu. Si Ningsi namanya, hampir tiap hari dia beli pulsa sama gue, sampai-sampai lupa kalau saldo gue udah habis. Walaupun begitu gue sih senang-senang aja ada pelanggan tetap meski ditumpuk dulu hutangnya.
Terus teman gue yang lainnya Selim yang biasa beli pulsa gue. biasanya di beli 5000an sama gue. tapi bukan itu yang jadi masalahnya. Masalahnya adalah dia lama banget bayarnya. Ngutang cuman 5000 tapi nunggu dia bayar bisa-bisa sampai 2 bulan baru di bayar.
Begitulah. Tapi gue easy going aja, tidak ambil pusing-pusing amat sama pembayarannya. Tapi tetap gue tagih tuh anak. Maklumlah keuangan setiap anak-anak pasti berbeda. Sama seperti gue pas-pasan hidupnya. Eits, walaupun pas-pasan tapi buka usaha yang bakal menjanjikan dan mungkin bisa merubah hidup gue (jadi makin pas-pasan). Jangan deh. Yang pasti jadi meningkatkan taraf hidup gue (amin).
Perlahan tapi pasti pelanggan gue sudah merambah ke luar kelas. Salah satunya Afri. Teman gue yang satu ini memang tukang menghabisin pulsa, ribuan mungkin puluhan ribu pulsanya bisa habis dalam sekejap. Entah apa yang dia lakuin tapi tipe kaya orang inilah yang jadi incaran gue untuk menjadi pembeli. Yups tiap hari ada saja tampang dia muncul di hadapan gue. Kemudian, cewek cantik teman sekelasnya Afri namanya Angel. Yap, cewek incaran Roy ini pernah jadi pelanggan gue sampai akhirnya Angel pindah ke Luis lantaran gue udah jarang mengisi saldo. Mau gimana lagi, tapi gapapalah, hilang satu tumbuh seribu. John dari kelas C yang jadi teman akrab di tempat les gue bareng ketiga sahabat gue, plus di tambah Mustang, Ningsi, Dianda dan Rockbell, kami semua pada les pada guru matematika dan sains di sekolah, Riza Hawkeye namanya dan biasa dipanggil Mam Riza. Banyak hal-hal lucu terjadi di sana, banyak tawanya dibanding belajarnya, tapi kami asik-asik aja. Nah, disinilah otak gue kembali bereaksi. “Bagaimana kalau kita promosi aja usaha kita di sini?”. Otak gue ngirim sinyal-sinya ke tubuh gue. “Betul banget tuh kalau begitu tunggu apa lagi!”. Hati gue membara. Setelah semua anggota tubuh gue kompak. Nah mulailah gue berceramah ke adik-adik kelas gue yang kebetulan les disana juga. Mulanya gada yang merespon tentang ceramah gue namun beberapa hari kemudian adik kelas gue yang pertama menjadi pembeli adalah Justin. Dengan suka cita gue menerima permintaannya, dan hasilnya Justin menjadi pembeli tetap gue dan diikuti teman-temanya juga.
Go A Head. Kata-kata itulah yang terus melayang-melayang di benak pikiran gue yang menjadi pelecut semangat gue. Yups. Enam bulan sudah gue jalanin usaha ini dan keuntungannya cukup untuk membeli kebutuhan sehari-hari gue. Gue semakin percaya diri dengan apa yang telah gue lakukan. Dan semua itu sangat berarti buat gue sebab gue mendapat pelajaran-pelajarn penting disana. Dan apa yang gue cita citakan mungkin bisa terkabul, teruslah melangkah ke depan dan jangan sekali-kali melihat ke belakang sebab kita akan terhenti disana dan kita bakal tertinggal jauhnya. “Keep Moving Forward”.

cerpen ACAK ADUT :D

Diposting oleh dhita anggrainy di 06.13 0 komentar
ini cerpen gue buat karna dapet tugas dari guru bahasa indonesia gue, sebenernya gue gak pinter ngarang dan jadilah nih tugas gue undur sampe 2 minggu, betapa begoknya gue karna ternyata hari kamis nih tugas harus udah dikumpulin, mau gak mau gue bikin nih cerpen dari sore ampe malem, dari baring ampe duduk, dari rumah gue ke rumah ria, gak kerasa dari jam 4 sampe jam 7 gw ngerjain ini. dateng ke rumah winny buat les . TELAT, tapi cuma nampangin muka doang n lanjut ngetik cerpen lagi, setelah cerpen selesai di buat, dengan niat mulia gw mau lanjut les, tapi gurunya malah pulang T________T

, dan jadilah gw nyari warnet buat ngeprin nih tugas malem".

ini cerpen yang gw bkin,





FROM TWITTER WITH LOVE



“horeeeeeee!” teriak Dean yang memegang hp sambil masuk ke dalam kelas.

“apa sih? kenapa kok teriak girang gitu ?” tanya Reya.

“ini loh Rey, ada cowok keren banget, dia ngefollow gue di twitter, dia baru bales tweet gue” jawab Dean sambil tertawa.

“terus?”jawab Reya gak ngerti.

“tu cowok keren banget, tweet nya bagus-bagus lagi, coba deh loe liat”. Dean memberikan hp nya kepada Reya.

“hah? loe ngomong apa sih? gue gak ngerti follower twitteran gitu, apa sih?”tanya Reya bingung.

“aiiihh, loe gaptek banget sih, gini aja, gue buatin loe twitter trus biar loe belajar sendiri”

“hmmmm, yaudahlah terserah loe aja deh ”Reya menjawab dengan pasrah.

ya, ini lah Reya, Andreya Alinester. seorang cewek biasa, punya tampang yang manis juga pintar. Sebenarnya ia sangat malas dengan yang namanya ‘situs pertemanan’ . Tapi ada hal yang mendorongnya untuk belajar bermain twitter, yaitu cowok yang Dean tunjukan padanya. Hari-hari pun berlangsung seiring dengan semakin kecanduannya Reya terhadap twitter. Gak ada waktu yang di lewatkan Reya tanpa membuka twitter. Bahkan saat ia baru tersadar dari tidurnya, hal yang pertama ia lakukan adalah membuka twitter.

saat jam istirahat sekolah pun, ia tak lupa mengecek twitternya, sama seperti siang ini.

“eh Dean, ini cowok yang waktu itu loe bilang twit nya bagus-bagus itu kan? Dia ngefgollow gue loh” Tanya Reya sambil memperlihatkan hp kepada Dean.

“ih, kok bisa siiih?”

“bisa dong, mungkin gara-gara loe sering mention gue”

Reya pun memfollow back cowok itu, Reya yang menyukai twit nya memberikan sinyal-sinyal ingin kenalan seperti meretweet dan curhat tentang cowok itu di twitternya. Karna seringnya Reya meretweet cowok itu, cowok itu pun mulai tertarik kepada Reya, dia pun mengirimkan mention yang berbunyi “hai, aku Danar”. Reya sedikit agak kaget saat membuka mentionnya, tapi ia segera membalas mention cowok tersebut. “ hai juga, gue Reya, thanks uda follow gue” .

Keesokan harinya di sekolah Reya menceritakan kepada Dean apa yang terjadi tadi malam dengan sangat antusias . Dean yang sebenarnya juga menyukai Danar agak sedikit kaget karna melihat Reya yang sangat gembira, ia tahu bahwa Reya ternyata juga menyukai Danar. Tetapi karna Dean mempercayai Reya, mereka pun sepakat untuk bersaing secara sehat.

“Deeeeaaaaan, dia ngajak gue kenalan loh, namanya Danar” teriak Reya kegirangan.

“masa? Kok bisa siihh? Padahal gue suka banget loh sama dia, tapi gapapa lah, loe kan sahabat gue, kita bersaing secara sehat ya”

“siip, makasih yaaaaa” kata Reya sambil memeluk Dean karna kegirangan.

malam harinya. Reya melakukan kebiasaan barunya, yaitu ONLINE. Dia melihat tweet Danar yang ada di timelinenya “hmm, Danar lagi online nih” pikirnya. Dia pun menulis tweet tentang Danar ,,

“cowok itu menarik juga”

Reya berharap Danar mengerti bahwa tweet yang barusan ia tulis sebenarnya untuk Danar.

Tak lama setelah ia menulis tweet tersebut, ada yang mengirim mention kepada Reya. Rasa kaget bercampur senang karna ternyata yang mengirim mention adalah Danar.

Reya melompat saking girangnya. Ia pun segera membalas mention tersebut. Obrolan mereka berlanjut di yahoo messanger atau yang biasa dikenal dengan YM. Tanpa sadar sekarang sudah pukul 12 malam. Tetapi reya tetap setia di depan laptopnya, ini pertama kalinya reya tidur selarut ini. Ternyata Danar adalah orang yang sangat menarik hingga membuat Reya lupa waktu.

“hey, gag tidur ? udah malem nih.” kata Danar

“bentar lagi deh, besok juga hari minggu, kamu juga knapa blm tidur ?” Reya malah balik bertanya.

Beberapa menit kemudian Danar membalas chat Reya, “aku lagi ngerjain tugas kuliah nih , kamu tidur gih sana, cewek itu gak boleh tidur malem-malem”

Reya pun segera menuruti perkataan Danar, ia merasa bahwa Danar orang yang sangat perhatian dan dewasa, mungkin karna ada perbedaan umur di antara mereka. Reya kelas 2 SMA di Pontinak dan Danar merupakan mahasiswa semester 3 di salah satu universitas kedokteran di Bandung.

Sebelum mengakhiri obrolan mereka, mereka sepakat untuk bertukar nomor handphone. Reya tidak menyangka secepat ini mereka menjadi dekat. Reya merasa ada kecocokan di antara mereka. Ini yang membuat reya semakin nyaman ngobrol tentang banyak hal kepada Danar. Reya berharap kedekatan mereka tidak hanya sampai di sini. Reya pun terlelap bersama harapan nya.

Saat pagi hari, Reya terbangun dari tidurnya karna mendengar hp nya berbunyi.ia berjalan mengambil hp nya dengan langkah yang di paksakan. ia merasa masih sangat ngantuk. Ia membuka hp nya dengan mata setengah tertutup. “siapa sih yang sms gue pagi-pagi gini, ganggu tidur gue aja” gerutu Reya dalam hati.

“selamat pagi Reya”. Ternyata itu adalah pesan dari Danar. Seketika itu pun ngantuk Reya hilang. Iya langsung buru-buru mencuci mukanya dan kembali ke tempat tidurnya. “selamat pagi juga Danar” Reya membalas pesan Danar tersebut. Tak lama Danar pun membalas pesan Reya, dan berlanjutlah hingga malam hari.

Ternyata harapan Reya menjadi kenyataan, mereka semakin dekat. Lebih dekat dari yang Reya bayangkan. walaupun mereka belum pernah bertemu, tetapi mereka sudah merasa nyaman satu sama lain. Mereka bercerita tentang banyak hal dari hidup mereka. Ditambah lagi mereka tinggal di kota yang berbeda, hal ini yang membuat obrolan mereka lebih seru karna mereka saling menceritakan kota masing-masing.

Danar selalu memberikan perhatian lebih kepada Reya. Ia tak pernah lupa mengucapkan selamat pagi dan selamat malam kepada Reya. Reya merasa sangat yakin kepada Danar, iya mulai menyukai Danar. Bukan hanya sekedar suka, tapi rasa itu sekarang telah menjadi rasa sayang. Meskipun terkadang rasa takut itu datang. Reya tau bahwa jarak memisahkan mereka, tapi ia selalu yakin bahwa “gak ada hal yang gak mungkin”.

Kedekatan mereka berjalan ke 3 bulan, Reya tetap merasa nyaman menyayangi orang yang belum pernah ia temui sekalipun. Ia merasa tak ada masalah, karna ia selalu ingat kata-kata Danar “kita gak jauh kok, kita masih bisa lihat bulan yang sama “. Ini yang membuat Reya yakin kepada Danar.



Liburan semesteran sudah tiba, Reya berencana untuk berlibur di kota nya Danar yaitu Bandung. Ia pun memberitahukan rencananya kepada Danar, Danar sangat antusias walaupun ada sedikit keraguan dihati Danar. Tetapi ia tetap menyambut Reya dengan senang hati. Reya pun membuat daftar tempat yang akan ia kunjungi, Danar berjanji akan menemaninya berlibur di sana.

Saat liburan tiba, tepat pikul 10 pagi. Reya berangkat dari kotanya menuju bandung dengan menggunakan pesawat. Reya di antar oleh Dean. Dean hanya menitip salam kepada Danar dan tidak lupa meminta oleh-oleh.

Pukul 11.30 Reya tiba di kota Bandung, ia segera maelfon Danar dan memberitahu Danar bahwa ia telah tiba. Danar yang mengetahui jadwal pesawat yang di tumpangi reya telah sampai, segera menelfon Reya.
“Re, kamu pake baju warna apa ?” Tanya Danar.

“aku pake baju warna biru gambar teddy bear, kamu ?” Reya kebingungan.

“aku pake kaos putih polos sama jaket hitam”

Reya tidak sadar bahwa Danar berada di sampingnya. Begitu juga sebaliknya. Saat Reya berbalik kearah kanan dan Danar berbalik kearah kiri. Mereka saling bertatap mata dan tertawa.

“kamu disini ternyata, aku pikir dimana” kata Danar tanpa rasa canggung.

“hehe, aku bingung soalnya” jawab Reya agak sedikit malu-malu.

Akhirnya Reya pun di antar oleh Danar ke penginapan. Mereka bercerita sepanjang perjalanan. Setelah sampai di penginapan, Reya pun beristirahat.

Keesokan harinya mereka berencana untuk berjalan-jalan, mereka menghabiskan waktu liburan bersama, mereka mengelilingi kota bandung. Dan yang membuat reya tak percaya adalah Danar memperkenalkan Reya kepada orang tuanya. Reya merasa senang karna itu berarti Reya special untuk Danar.meskipun ada 2 kejadian yang bikin Reya panik, karna saat jalan-jalan tiba-tiba Danar mimisan dan sering tiba-tiba terjatuh. Tetapi buat Reya Liburan kali ini sangat mengesankan.

Malam ini malam terakhir Reya berada di Bandung, Setelah seminggu berada di kota Bandung. Danar mengajak nya untuk dinner. Reya pun menyetujui. Reya tampil secantik mungkin malam ini.

Mereka dinner di restaurant yang berada di tepi pantai, Danar memesan sea food dan Reya memesan steak. Saat sedang asik mengobrol, tiba-tiba Danar terdiam.

“Rey,”kata Danar agak takut.

“ya” jawab Reya seenaknya.

“will you become my girlfriend”

“hmm” Reya pura-pura memasang tampang berpikir.

“so?” Danar gugup.

“for sure ” jawab Reya dengan senyum yang indah.

“really ?” Danar masih cemas

“iya Danar” Reya meyakinkan Danar.

“kamu mau gak janji sama aku?” kata Danar.

“janji apa?” Reya bingung.

“2 tahun lagi, tanggalnya tepat hri ini. dan jam ini, kita bertemu lagi di sini”.

“iya, aku janji”. Reya berkata dengan mantap.

dan terukirlah cinta mereka di bawah cahaya bulan. Ya, bulan yang sama.

Keesokan harinya Reya pamit kepada dua orang tua Danar. Kali ini Danar memperkenalkan Reya sebagai pacarnya. Kemudian Danar mengantar Reya ke bandara, perpisahan mereka di akhiri dengan ucapan selamat tinggal oleh danar . dan Danar mengecup lembut kening Reya sebagai tanda perpisahan.

Reya kembali ke Pontianak dan menjalankan aktifitas seperti biasanya, tapi yang berbeda hanya sekarang ia telah menjadi pacar seorang Danar. Seorang yang ia kenal lewat twitter.

Hubungan mereka berjalan lancar, meskipun ada rintangan. Tetapi mereka dapat melaluinya, karna mereka percaya pada kekuatan cinta mereka. Jarak bukan masalah buat mereka, karna mereka masih tetap percaya pada prinsip mereka.

Kini sudah 2 tahun mereka menjalani hubungan jarak jauh ini. Hingga suatu hari, Reya merasa Danar berubah. ia merasa ini bukan Danar yang dulu. Yang selalu mengucapkan selamat pagi padanya. Yang selalu mendengarkan semua ceritanya. Kini Danar berubah menjadi seorang yang cuek, yang lupa dengan dirinya, yang tak pernah lagi mengucapkan selamat pagi padanya.

Semua perubahan Danar membuat Reya terpuruk. Ia merasa kehilangan orang yang ia cintai.

Ia menagis setiap malam, berharap Danar akan berubah kembali menjadi Danar yang dulu. Tapi 2 bulan Danar tetap tak berubah, iya tetap menjadi cuek. Bahkan, tak pernah lagi menelfon Reya.

saat umur pacaran mereka beranjak 2 tahun, Reya berencana untuk liburan kembali di kota Bandung, memenuhi janjinya mengulang semuanya, semua yang terjadi 2 tahun lalu di restaurant tepi pantai itu. Tanpa sepengetahuan Danar ia pun ke bandung. Reya masih hapal benar apa yang terjadi 2 tahun lalu d bandara. Ia segera mencari taksi dan menuju ke penginapan yang dulu ia singgahi 2 tahun lalu.

Perlahan taksi mengurangi kecepatannya, Reya sudah sampai di penginapan. Hari ini tepat 2 tahun mereka pacaran, ini berarti mereka akan memenuhi janji mereka untuk bertemu kembali di kota ini, tepatnya di restaurant tempat Danar menyatakan cintanya pada Reya.

Malam ini Reya sudah tampil sebaik mungkin, ia berharap Danar masih mengingat janji yang mereka ucapkan 2 tahun lalu. ia berharap kejadian 2 tahun lalu bisa kembali di ulang. Dengan harapan yang amat mendalam ia berjalan menyusuri restaurant tersebut. Ia mencari tempat duduk yang juga sama seperti 2 tahun lalu.

Ini sudah pukul 8 malam. tapi Danar tak kunjung datang. Reya hampir putus asa. kali ini Reya benar-benar merasa kehilangan Danar. Kehilangan 2 tahun terbaik yang dia lewati bersama Danar. Reya hampir beranjak pulang. Tiba-tiba ada seseorang yang menahannya. Seorang cowok jangkung, putih, bersih dan rapi. Reya senang, karna ia pikir itu adalah Danar, tapi ia salah. Cowok itu memang mirip Danar. Tapi ia bukan Danar. Ia adalah Dion. Adik Danar yang juga kuliah di kedokteran.Dion menahan Reya yang masih kebingungan. Dion mempersilahkan Reya untuk duduk kembali. Lalu ia memberikan secarik kertas.

“apa ini ?” tanya Reya bingung.

“baca aja, itu dari kakak gue”jawab Dion jutek.

Reya,

maaf ya selama ini aku gak ngasih tau kamu kalo Aku kena penyakit leukemia, aku gak tau gmna cara ngasi tau kamu. kata dokter umur aku gak akan lama lagi. Aku takut kamu khawatir. Aku Cuma sempet nitip ini ke adik aku. Makasih ya untuk waktu yang kamu berikanke aku. Makasi untuk liburan yang menyenangkan. pesan aku jaga diri kamu baik-baik ya, kamu harus kuat. gak boleh lemah. aku Cuma bisa ngelindungi kamu dari jauh.

Aku sayang kamu, selalu.

                                          Love

DAVIDIO DANAR DERMAWAN

“maksudnya ?” Reya meminta penjelasan kepada Dion.

“kakak gue uda meninggal sebulan yang lalu, dia Cuma nitip ini ke gue, dan nyuruh gue ke sini hari ini. selama ini yang bales sms loe itu gue, nyokap gue ngelarang gue ngasi tau loe. nyokap gue gak tega.”. Dion menjelaskan.

Seketika itupun Reya menangis tersedu-sedu. Ia merasa menyasal karna tak sempat membahagiakan Danar. Dan ia berjanji untuk memperingati hari jadian mereka setiap tahunnya, meskipun ia hanya datang sendirian . ia akan ke tempat penuh kenangan ini.

Keesokan harinya Reya ditemani oleh Dion ke pemakaman Danar. Ia berdoa untuk Danar. Ia berharap Danar tenang di alam sana.

Dan Reya pun menjalani hari-hari seperti biasa. tanpa danar.

TAMAT

Sabtu, 07 Mei 2011

tears

Diposting oleh dhita anggrainy di 17.13 0 komentar
Hari ini seharusnya penuh canda tawa ,
tp brubah jadi tangisan ,
harusny malam ini aku jalanjalan k pasar malem bareng dia ,
ngrayain 8bulanan .
tp trnyta malah gajadi ,
dy bkin aku kesel 2x ,
kalo d pkir" , ksalahan dy cm spele sih ,
dy dtg krmh , krna dy blg "glg gamau dtg kalo ujung"ny dsuruh plg" yaudah akunya cm bs ngambek , gajadi pergi ,
sembunyi" nangis d kursi smbil tiduran n smsan sm dy , brantem ..
tp aku ga sadar ,
dkursi samping trnyta dy juga nangis ,
aku masih kekeuh sama ego aku ,
sms smbil marahmarah ,
tp dy malah blg "ndak lah ye , glg mau tau semua ttg tha
Cuman terima, INI GILANG dhita"
aku jd mkir ,
"loh ? Kok dy mlah ngelembut gni "
tb dy datengin aku ,
duduk d smping aku ,
ngusap air mata aku ,
ngbujuk aku ,
"udah , jangan nangis lagi, jelek tau"
aku msh diem , gamau liat muka dy ,
tp dy meluk aku sambil bilang "kita lemah ya sayang"
nangis aku makin kuat ,
bkan krna marah , tp krna aku mkir . Bruntung bgt aku punya pcr kyk dia ,
gasemua cwok bs kyk gni saat amarahny mmuncak , dy mengalah .
dan akhrnya krna semua planning gagal hari ini ,
8bulanan ny d hadiahin sesuatu yg indah buat aku ,

satnite = sadnite

Diposting oleh dhita anggrainy di 17.05 0 komentar
Jahat , jahat , jahat
selalu kyk gni ,
stiap mlm minggu aku slalu sabar sendrian drumah ,
nemenin kau smsan ,
ngejauhin cara hdup aku yg lama , yg pnya bnyak cwok untk aku ajak jalan ,
aku kire bkal nyenengin wkt kau ajak aku malam mingguan ,
tp kenyataan ny kyk gni :'(
selalu ngcewain :'(
BENCI AKU SAME KAU !

searching true love

Diposting oleh dhita anggrainy di 02.27 0 komentar
aku nih manja ,
keras kepala , egois ,
aku butuh orang yg bisa ngebimbing aku ,
ngajarin aku mandiri ,
bukan orang yg egois juga ,
yg cuma bisa nyalahin aku , yg bisanya cuma ngjudge aku ini itu ,
aku butuh orang yg bisa jd pacar , sahabat , musuh , bhkan mungkin ayah aku ,
aku masih mencari orang itu .

Jumat, 06 Mei 2011

happy anniv 8month :*

Diposting oleh dhita anggrainy di 00.18 0 komentar
hari ini 8 bulan sama GARIN :*
banyak bgt yang uda dilewatin sama dia ,,
aku beruntung punya dia yang selalu ngebimbing aku ,,
terima aku apadanya ,,
selalu sabar sama sikap manja ,, egois n gamau kalah nya aku ,,

emang belum terlalu lama sih ,,
tapi baru kali ini aku pacaran selama ini :D

ya,, walaupun kadangkadang harus berhadapan sama skap kekanakkanakannya dia ,,

tapi kita pasti bisa kok ngjalanin semuanya *amin

semoga bisa selalu samasama dia :)

ILOVEYOSOMUCHGARINGUMILANG





:'(

Diposting oleh dhita anggrainy di 00.08 0 komentar
iseng iseng aku nyari blog nye garin . eh ketemu .
waktu buka malah ngeliat tulisan ini ..
emng sih uda brapa bulan yang lalu..
tapi aku jadi kepikiran ,,
sejahat ani k aku sama dy ?
aku serius sayang same die :(
 
anda mengerti keadaan saya ? anda pernah merasakan ? dari hari ke hari itu saja yang anda permasalahkan, egois, ngatakan aku ini itu ,, semua jak yang buruk buruk tuh timpakan ke aku, E G O I S tau ndak !! aku udah berusaha .. terus agar kau bahagia,, tapi apa balasan kw ??? NOL ... kau ndak peduli sama apa yang aku lakukan semua,, sial jak .. aku ngiri terus sama kau ... kau bahagia sama orang lain ... BUKAN SAMA AKU ... damn ! tapi ini yang aku rasakan sekarang

Selasa, 03 Mei 2011

nice day :)

Diposting oleh dhita anggrainy di 05.47 0 komentar
td siang ngmng" gt sm garin ,
crita" bnyak hal ,
n salah satunya tntg masalah yg biasanya kita hadapin .
kita ngbahas masalah dwi , ian bnyak deh ,

aku uda lega sh tadi uda blg k dia ,
kalo aku smpt "bosan"
aku pkir dy bkal marah ,
trnyta gag samasekali ,
hmm ,
aku suka sama garin yg kayak gini ,
dia selalu mencoba untuk MENGERTI :)
tp kesel jg kalo skap kekanakanakan ny nongol ,

Senin, 02 Mei 2011

masamasa suram d xA

Diposting oleh dhita anggrainy di 23.54 0 komentar
setiap plajaran kosong kyk gni .
Pasti akunye ngrasa sendirian ,
nda pnya tmen yg bsa djadiin gilagilaan .
Nda kyk smp dulu T.T
stiap plajaran kosong ,
pasti menggile kyk orang nda jelas ,
jadi kangen aku masamasa smp nh ,
jd nyesal ngape dlu aku hrus dkt sme orang itu ,
sampe akhirny aku nda bs dptin tmen yg bnerbner tmen ,
punya pacar juga kalo lg bebas gni suka sibuk sndri ,
maen game lah , bc nvel lah ,
trus akunye dtelantarin :'(
moga aja kelas 2 ntar aku dpt sahabat yg slalu ada buat aku ,
stidaknya , nda kyk orang itu yg stelah dptin temen bru ,
aku d campakin gtu aja :'(
selamat ajadeh buat orang yg brinisial WA ,
yg uda ngancurin masamasa sma aku ,
sekali lagi SELAMAT !

iloveyougaringumilang

Diposting oleh dhita anggrainy di 08.10 0 komentar
Kalo lg bcnda sm dia , ketawa breng ,
ngliatin ekspresi" lucu dy ,
aku pasti kpikiran ,
"suatu saat aku masih bisa kayak gni ga ya?"
aku jd takut gbakal bs ngrasain ini lg ,
aku takut moment itu direnggut sama ksibukan masing , sama masalah masing" , sama karir masing" ,
atau bhkan ini gbisa trjadi lagi krna kita emang gbisa samasama lg ,
yatuhan , aku pengen tetap kyk gni ,
aku gamau pisah ,
aku mencintainya ,
aku pengen samasama dia terus ,
nglewatin semuanya samasama ,
amin .
 

dhita's zone Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei